Investasi Properti Murah? Reksadana DIRE Solusinya

DIRE merupakan jenis reksadana yang baru yang terfokus pada portofolio aset dasar sektor properti.

Seberapa Penting Investasi? Ubah Mindset Anda

Investasi itu hal yang wajib kita lakukan agar dapat mewujudkan impian dan harapan.

Klasifikasi 9 Indeks Sektoral Industri

Semua emiten yang tercatat di BEI diklasifikasikan ke sembilan sektor klasifikasi industri bernama JASICA (Jakarta Industrial Classification).

6 Cara Memilih Sekuritas Terbaik

bagaimana cara untuk memilih sekuritas yang cocok bagi kita?..

Cara Singkat Buka Rekening Investasi

jaman sudah serba digital, buka Rekening Dana Investasi (RDI) sekarang sangat mudah dan cepat, cukup via online saja.

Showing posts with label Reksadana. Show all posts
Showing posts with label Reksadana. Show all posts

Analogi Sederhana Memahami Reksadana

Tak dipungkiri masih banyak orang yang bingung membedakan antara Reksadana dan Saham. Banyak juga yang bertanya bagusan investasi Saham atau Reksadana?

Jawabannya sangat mudah, tergantung selera.

Lantas, apa yang membuat kita memutuskan untuk memilih salah satu atau memilih keduanya juga boleh kok. Kembali lagi itu sesuai selera masing-masing.

Kali ini akan dipaparkan dengan analogi sederhana agar mempermudah pemahaman.

Source: pixabay.com - Free Copyright

Analogi Makanan

Setiap hari kamu pasti sering menjumpai orang jualan makanan bertebaran di mana-mana. Sebut saja, salah satu makanan semisal Rujak Buah.

Source: pixabay.com - Free Copyright
Sebelumnya kita sepakati bersama bahwa kebutuhan kita adalah berinvestasi. Hanya saja di sini muncul dua opsi yang cukup mudah untuk dijawab, yakni kamu lebih memilih membeli ataukah membuat rujak sendiri?

Opsi membeli rujak

Kalau kamu ingin praktis, maka pilihan membeli rujak lebih baik. Di sini tentu kamu akan diuntungkan beberapa hal semisal kamu tak perlu repot-repot membuat rujak sendiri.

Ketika membuat rujak sendiri tentu kamu akan membutuhkan waktu, belum tentu racikan terstandardisasi, menentukan takaran, dan lain sebagainya.

Nah, Reksadana itu ibaratnya sekumpulan bahan atau buah (produk investasi, seperti saham atau obligasi) yang diracik oleh tukang rujak tadi. Tukang rujang tadi dinamakan Manajer Investasi (MI) yang bertugas menghimpun dana-dana investor yang selanjutnya akan diracik untuk dibelanjakan sejumlah instrumen investasi, seperti Saham, obligasi, dan Pasar Uang.

Istilah meracik di sini diartikan MI akan menganalisa produk-produk investasi mana saja yang akan dibeli. Tenang saja, MI ini adalah orang yang sudah memiliki sertifikasi ahli dalam mengelola investasi. Makanya, kemampuan tingkat analisanya beragam tergantung kemampuan juru raciknya, seperti analisis ekonomi, analisis fundamental, analisis teknikal, dan strategi analisis lainnya.

Itulah tugas MI sebagai juru racik untuk membelanjakan dan mengelola produk-produk investasi. Sekumpulan koleksi (Saham, Obligasi, dan Pasar Uang) belanjaan tadi dinamakan portofolio. Semakin bagus racikannya, maka keuntungan investor akan kian menghasilkan.

Reksadana merupakan sekumpulan dana investor yang dihimpun dan dikelola oleh Manajer Investasi untuk diinvestasikan sejumlah produk investasi atau surat berharga. Apa yang didapat MI? dia akan mendapatkan komisi tertentu atas jasa yang diberikan.

Opsi membuat rujak sendiri

Bila kamu memiliki kemampuan meracik sendiri tentu akan jauh lebih baik. Kamu akan diuntungkan untuk bebas meracik rujak yang kamu bikin semau kamu, apakah kamu ingin rasa rujaknya lebih pedas, unsur buah tertentu lebih banyak, tingkat kekentalan bumbu, dan sebagainya.

Jadi, kamu bertindak sebagai juru racik sendiri. Kamu bebas belanja produk-produk investasi sendiri dan mengatur koleksi belanjaanmu, menentukan kapan jual dan kapan belinya serta tak perlu membayar komisi kepada MI. Sebab, kamu yang memegang seluruh kendalinya dan tak perlu sertifikasi.

Sebenarnya untuk memilih opsi ini tak harus memiliki keahlian khusus. Kita bisa menganalisa secara sederhana saja sudah cukup, semisal kamu yakin Saham tertentu yang bagus kinerjanya.

Sederhanya, kinerja bisa diukur dari tingkat labanya, kalau tumbuh positif bahkan trennya terus meningkat dari tahun ke tahun berarti bagus untuk dibeli. Sederhanya lagi, belilah Saham yang popular, seperti produk yang sering digunakan kamu atau orang kebanyakan, semisal INDOFOOD (IDX:INDF), pemakai Telkomsel beli Saham TLKM, dan sebagainya.

Sementara, kalau Obligasi belilah yang terbitan Pemerintah, seperti ORI, SBR, dan lainnya. Sebab, Obligasi pemerintah minim risiko gagal bayar alias lancar jaya dan aman.

Contoh sederhanya adalah kita berkaca pada investor ulung dunia bernama Warent Buffet. Analisa dia cukup sederhana, ia hanya akan membeli Saham yang dia kenali dan sering dipakai orang yang kemudian disimpan dalam waktu yang lama untu di jual suatu saat nantinya. Ia bahkan tak pernah tertarik membeli Saham teknolgi sekelas Apple karena dia merasa tak memahami sektor itu.

Analogi Transportasi

Setiap hari kamu pasti sering menjumpai orang menggunakan transportasi sebagai penunjang mobilitas keseharian.

Source: negativespace.co - Free Copyright
Pertanyaanya sederhana juga, keseharian kamu lebih memilih naik kendaraan umum atau kendaraan pribadi?

Reksadana itu ibaratnya naik kendaraan umum, kamu tinggal membayar tiket saja. Maka pak Sopir akan mengantarkanmu dan kamu mempercayakannya untuk sampai tujuan.

Nah, pak Sopir itu ibaratnya berperan sebagai MI. Penumpang (investor) membayar tiket (dana) itu seolah memberikan dana ke Pak Sopir (MI). Lantas, MI akan menjalan tugasnya untuk mengantarkan (membelanjakan dan mengelola produk investasi) sampai tujuan.

Keuntunganya apa bila naik kendaraan umum? Kamu akan disopiri pak Sopir itu. Kamu tinggal duduk manis dan akhirnya tiba di lokasi tujuan tanpa repot-repot kamu harus menyetir sendiri.

Dengan menggunakan kendaran pribadi kita berperan sebagi supir sendiri. Artinya, kita bebas berkendara dan menentukan kapan waktunya berhenti sejenak, beli cemilan di pinggir jalan, ngopi di Warkop, dan lainnya.

Artinya, kamu bebas berkendara (membeli dan mengelola produk investasi) semaumu, apakah ingin fokus membeli Saham tertentu saja, ataukah campur-campur dengan juga membeli Obligasi dan Pasar Uang. Semakin bagus berkendaramu, maka potensi keuntungan kian membesar.

Simpulan

Apabila kamu ingin praktis berinvestasi sebaiknya memilih berinvestasi produk Reksadana. Reksadana itu sekumpulan surat berharga yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI) yang telah tersertifikasi. Dengan dana Rp 100.000 an saja kamu sudah bisa beli Reksadana pilihanmu. Bahkan sekarang bisa belanja Reksadana via online, seperti layaknya kamu beli barang di toko online.

Reksadana ada beberapa macam, pembedanya ada pada komposisinya saja. Semisal jenis Reksadana Saham, maka secara umum MI akan membeli investasi Saham lebih dominan ketimbang lainnya. 

Sementara, Reksadana campuran, maka akan campur-campur isinya, seperti ada Saham, Obligasi, dan Pasar Uang. Demikian pula dengan Reksadana lainnya.

Reksadana cocok bagi kamu yang menginginkan kepraktisan dan alternatif membeli membeli saham yang mahal via jalur Reksadana. Berbeda bila kita berinvestasi saham sendiri, maka ketika ingin membeli saham kakap akan membutuhkan dana yang besar atau dalam. Nah, lewat Reksadana inilah akan terakomodir karena belinya keroyokan dibelikan oleh MI terkait.

Sebaliknya, keuntungan bila tak berinvestasi di Reksadana adalah kebebasan meracik dan mengelola produk investasi sendiri dan tak dikenakan komisi seperti halnya Reksadana.

Kuncinya sederhanya ya, setidaknya paham dan kenal sama produk investasi yang hendak kita beli ya mending membelinya sendiri atau kita berinvestasi sendiri dengan persentase tertentu dan mengalokasikan persentase tertentu ke Reksadana juga boleh. Kembali lagi itu adalah pilihan selera.

Yuk, berinvestasi di Reksadana, cukup dengan uang 100 ribu saja sudah kamu sudah bisa memiliki Reksadana dan di jual suatu saat nantinya. Toh, rata-rata keuntungannya jauh lebih besar ketimbang menimbun uang di Tabungan Bank.

(fen)

Investasi Properti Murah dan Mudah? Kini Hadir Reksadana DIRE

Rekasadana DIRE merupakan jenis reksadana yang baru yang terfokus atau mempunyai sifat dasar semacam reksadana dengan aset dasar pada sektor atau proyek properti. DIRE dapat diartikan sebagai kumpulan para pemodal oleh manajer atau perusahaan investasi  untuk  diinvestasikan dalam bentuk aset-aset properti secara langsung, seperti membeli gedung maupun menyewakannya atau tidak langsung dengan membeli instrumen pada saham atau obligasi di sektor properti.

Komposisi portofolio DIRE (minimum 80% dari dana kelolaannya di real estate dan minimum 50% nya harus ditempatkan di aset real estate langsung). DIRE mirip memakai istilah nilai aktiva bersih (NAB), tetapi nilainya tidak Rp 1.000 seperti halnya reksadana, namun memkai nilai Rp 100 per unit.

https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcToDkhed-WHR_3WTaywtBQnMIMbhExXAPTH3lYR0GY9WHK32iMvwg
Gambar:https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcToDkhed WHR_3WTaywtBQnMIMbhExXAPTH3lYR0GY9WHK32iMvwg

Bagaimana Prospek DIRE?

Seperti kita ketahui cuan properti dari tahun ke tahun trend nya selalu mengalami kenaikan dan menjanjikan. Namun, untuk investasi properti tentunya dibutuhkan modal atau yang besar. Prospek industri ritel mengalami perkembangan pesat seiring pertumbuhan perekonomian Indonesia yang ditunjang meningkatnya kelas menengah dengan indikasi kuatnya daya beli domestik yang stabil. Selain itu, pemerintahan indonesia saat ini juga terfokus pada program peningkatan proyek infrastruktur.

Apa keunggulan DIRE?

- DIRE tidak dikenakan pajak penghasilan pada tingkatan perusahaan, misalnya perusahaan properti biasa apabila mendapat penghasilan dari menyewakan propertinya akan dikenakan pajak penghasilan tetapi tidak pada DIRE. Namun pendapatan berupa dividen yang diterima pemodal akan dikenakan pajak.Namun untuk mendapat perlakuan khusus tersebut, ada beberapa batasan bagi DIRE. Batasan ini didasarkan pada pemikiran bahwa DIRE adalah investasi jangka panjang dan investasi pasif. DIRE dilarang untuk memperjual-belikan aset propertinya secara aktif dalam waktu yang singkat. Tetapi pembatasan DIRE sendiri berbeda-beda disetiap negara. Tetapi di Indonesia sendiri belum ada kepastian mengenai pajak untuk DIRE (infovesta, 2015).
- investor DIRE berpeluang mengantongi keuntungan dari imbal hasil (yield
- kenaikan harga investasi (capital gain). 
- jika imbal hasil properti riil berupa uang sewa, imbal hasil DIRE didapat dari dividen yang berasal  dari laba bersih.

Bagaimana agar kita bisa investasi disektor properti dengan dana terjangkau?

REKSADANA DIRE ADALAH SOLUSINYA sebagai subtitusi penggantinya untuk merubah cash jadi barang. Pilihlah jenis barang yang ketersediaannyascarcity (terbatas), tetapi permintaannya tinggi. Dengan demikian, tepat jika memilih berinvestasi di REIT (Real Estate Investment Trust).

Kapan Waktu yang tepat untuk memilikinya? Bagaimana strateginya?

Kapan saja bisa dilakukan. Namun, kondisi strategi yang optimal sebaiknya membeli pada saat kurs rupiah melemah seperti saat ini (asumsi kurs Rp Maret 2015). 

Penyebabnya yaitu sektor pasar modal cenderung berkurang dan rawan net sell/capital outflow karena dominan investor asing yang meimiliki kepemilikan besar di BEI, seperti saham dan obligasi. Sehingga rawan/potensi net sell tadi bisa muncul. Jadi, hal ini merupakan indikasi kuat minat investor asing berkurang saat kondisi kurs rupiah sedang turun.

Dimana tempat membelinya?

Kita bisa membeli di agen-agen di REIT (Real Estate Investment Trust) penyedia reksadana jenis DIRE ini. Saat ini belum banyak yang menerbitkan jenis ini. 

Dibeberapa agen kita bisa temukan jika mencarinya. Tapi ingat? pilih yang prospektusnya menjanjikan dan reputasinya baik. Contoh, DIRE buatan Ciptadana Asset Management  yang memilih mal sebagai aset dasarnya.

Risikonya?

Default, Risiko likuiditas (tidak selikuid lainnya), penurunan nilai properti.

*ingat !!! DIRE merupakan investasi jenis pasif yang sifatnya jangka panjang, sehingga keuntungan semakin maksimal jika di simpan dalam jangka waktu yang lama.

 * selain itu disaat kurs rupiah melemah, alternatif investasi yang lainnya bisa dilakukan di logam mulia, seperti EMAS. Walaupun harganya masih terus turun atau terkoreksi pasar modal.

(fen)